Aku telah menyaksikan sendiri sebuah kehebatan seorang pria dari tangannya. Tangan pertama yang kuingat adalah tangan almarhum Abah yang telah membesarkanku hingga aku telah sampai pada beberapa fase kehidupan. Menjadi gadis kecil yang dewasa. Mendidiku dengan ilmu dunia dan juga ilmu agama sebagai bekal aku menjalani hidup. Namun ia telah habis masanya di dunia untuk membesarkanku. Tugasnya telah selesai. Dan pada kemudian hari, aku melihat ada tangan pria hebat lainnya yang kuharapkan bisa sama hebat seperti tangan almarhum abahku. bahkan jauh lebih hebat lagi.
Saat itu di tanggal 21 Oktober 2017, aku melihat seorang pria muda yang sungguh berani menggenggam erat tangan pria dewasa dihadapannya yaitu kakaku sendiri. Waliku yang menjadi pelindungku. Dan pria muda itu cukup percaya diri menurutku. Dihadapan banyak orang ia berucap lantang sambil menggenggam erat tangan wali dihadapannya sebagai bentuk ikrar janji paling tinggi dihadapan Allah Subhanahu wa ta'ala. Janji untuk menerima nama wanita yang ada dalam ikrarnya beserta tanggungjawab atas seluruh kehidupannya kelak. Sejak saat serah terima itu ia mengambil alih dan kemudian menanggung kehidupanku juga beserta keturunannya.
Tangan itulah yang kemudian akan melanjutkan kehidupanku sejak hari itu, tangan pria muda, yang dari sanalah aku mendapatkan titipan nafkah yang halal dan baik dari Allah Yang Maha Rahman dan Rahim. Dari tangan pria muda itu aku dibina dan dididik menjadi seorang wanita yang mampu mengemban amanah menjadi seorang isteri yang taat dan menjadi sebaik-baik perhiasan dunia, dan kemudian kelak siap menjadi ibu yang mampu menciptakan generasi-generasi islam terhebat. Dan yang paling terpenting, dari tangan itulah aku mendapatkan kasih sayang luar biasa sebagai nafkah batin seorang wanita. Dan bagiku itu sangat hebat.
Dari tangan pria muda itu, aku mengerti, bahwa seorang pria hebat adalah yang mampu menggunakan dengan sebaik-baik tangannya di jalan Allah. Tangan yang berani bertanggungjawab, yang amanah jika ia berjanji, tangan yang lemah lembut, bukan tangan yang keras dan kasar, berbuat onar, makar dan kejahatan di muka bumi. Karena suatu saat ada masa dimana tangan itu akan dipertanggungjawabkan.
Dan untuk pria muda itu, di hari kesaksian kelak aku akan bersaksi di hadapan Allah bahwa tanganmu adalah tangan hebat yang lemah lembut.
Terima kasih sayang
Untukmu
Suamiku
Komentar
Posting Komentar