Jumat, 2 Oktober 2015


Siapa yang berubah? mereka? atau sebenarnya aku. Menghakimi semua orang padahal bisa jadi sebenarnya akulah yang berubah. karena keadaan yang tidak lagi sama, waktu, dan juga jalan takdir. Apa yang salah juga dari berubah? Semua tinggal bagaimana aku harus membiasakan diri. 

Semenjak separuh kehidupanku pergi, bukan lagi saatnya aku bermanja dengan perasaanku. Hanya mengegokan kebahagiaan diri sendiri. ~~Karena suatu saat kamu akan sadar, bahwa kebahagiaan diri sendiri, tidaklah begitu berarti. 

Ini adalah fase baru yang harus aku lalui dengan bijaksana. Mendewasakan diri secepat mungkin, mengasah kepekaan hati, dan mengotrolnya dengan baik, dengan logika yang berjalan, dan keimanan yang di atas segala-galanya. 

Ya Allah, Engkaulah Sumber kehebatan itu, maka hebatkan aku untuk bisa menghebatkan orang lain, kuatkan aku untuk jadi penguat orang lain. Untuk mereka orang-orang yang aku cintai. Senyumkan wajahku untuk membuat mereka selalu tersenyum, sesulit apa pun, bagaimana pun aku untuk mereka. Selamanya adalah kebahagiaan terbesarku. 

Lagi-lagi kepercayaan yang harus didahulukan, bahwa Ia Allah, selalu menguatkan dalam rintihan sujud sujud terlemah hambaNya, yang akan menguatkan hati 1000x lebih kuat lagi, lagi dan lagi.

Semangat
Aamiin :)




Komentar