“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja)
mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? (Qs.Alankabut
:2 )
Dari sanalah proses pembelajaran kehidupan seseorang berlangsung, dimana mereka kan memanggilnya ‘kau terlihat semakin dewasa saja”.
Dari apa yang tidak banyak kita ketahui tentang alam dan
keteraturannya sedang kita memiliki keharusan untuk belajar menerima, ikhlas di
setiap kala kehidupannya.
Dari segala apa yang tidak dikehendaki hati, berat
diterima akal, dan tidak diinginkan napsu sedang kita harus mengimani bahwa
segala yang terjadi saat ini, adalah keputusan paling baik yang mau tidak mau,
suka tidak suka harus kita jalani dengan baik. Ya itulah iman. Dan dari sanalah
rasa berat itu menjadi luapan luapan cinta seorang hamba kepada Allah Yang Maha
Kuasa. Dimana segala pinta hanya berada dalam genggaman tanganNya. Hanya Allah
yang kita miliki dan selalu berada di hati ini.
Dari apa yang kita inginkan, sedang kita harus bercermin pada
kemampuan diri menghasilkan usaha
sebagai bentuk ikhtiar yang dihiasi dengan doa-doa terbaik, serta hati yang
disiapkan untuk menerima segala keputusan sebagai bentuk tawakal.
************
“Alangkah mengagumkan keadaan orang yang
beriman, karena semua keadaannya (membawa) kebaikan (untuk dirinya), dan ini
hanya ada pada seorang mukmin; jika dia mendapatkan kesenangan dia akan
bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya, dan jika dia ditimpa kesusahan dia
akan bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya” (Hr.
Muslim)

Komentar
Posting Komentar