Di senja kala itu, bersama hembusan angin dan kecepatan perputaran bianglala, kau dan aku duduk bersebalahan, menikmati masa baru yang hanya ada kata kita sekarang. Bukan hanya tentangmu atau tentangku, tapi tentang kita.
Seperti dihempas dari ketinggian, hingga berada di titik terendah, namun tidak lama, kita akan kembali ke titik tertinggi. Membuat lingkaran kehidupan langit yang tidak selalu selamanya berada di satu titik. yang sama. Tapi kita berputar. Itu arti kehidupan yang kau ajarkan pertama padaku, tentang kehidupan baru yang akan dilewati bersama.
Kita bukan hanya sebuah garis yang memiliki dua titik saja, aku dan kamu. Atau bergambar hati yang melambangkan, cinta kita, sejati. Tapi bagiku kini, kita adalah lingkaran, yang tak bersudut, namun memiliki titik pusat yang sama, hingga terus terikat dan tak akan pernah terlepaskan. Seperti bianglala ini, yang akan terus berputar di ketinggian kehidupan langit. Itu rasa cinta pertama yang aku katakan kepadamu, tentang kehidupan baru yang akan dilewati bersama.

Komentar
Posting Komentar