Ini
adalah tentang tanda cinta langit kepada bumi. Matahari yang besar hatinya, dan
pelangi yang tangguh jiwanya. Lukisannya di semesta, mempertajam kepekaan bumi
untuk mengindera ciptaan Sang Kuasa sepanjang hayat.
Matahari
menguasai jagat alam, tanpa dirinya, bumi menjadi beku, mati rasa, dan akhirnya
musnah. Namun mengapa matahari harus berganti jika kehadirannya adalah segalanya?
Karena ketika dia sudah berada di titik tertinggi, dia menyadari bahwa kebesaran
hati adalah hal yang jauh lebih disukai. Sehingga, dia menghilang untuk
sejenak. Membiarkan bumi berubah menjadi gelap, sunyi, dan menakutkan, karena ia
ingin bumi tahu, bahwa ada bulan dan bintang yang bersedia memeluknya dengan
cahaya cinta mereka yang terbatas. Hingga bumi merasa bahwa Sang Mahakuasa
selalu mecintai bumi dalam keadaan apa pun, dan bagaimana pun. Ketidakegoisan
Matahari untuk tidak terus terlihat di bumi, membuatnya bukan malah kehilangan
nama, tapi justru sebaliknya, saat matahari menghilang dan gelap tiba, bumi
semakin merindukan hangatnya matahari.
Berbeda
dengan matahari, ini tentang pelangi yang memiliki tanda cinta yang lain. Awalnya
ia hanyalah partikel yang tidak berarti, bahkan berada diantara himpitan air hujan
yang basah dan matahari yang kering yang membuatnya semakin terdesak.
Namun dia sadar selalu ada kesempatan yang bisa diambil, sekalipun itu mustahil. Kegigihannya untuk menyeruak keluar diantara himpitan mereka, mengubah ketidak berartian dirinya, menjadi perpaduan warna Merah, kuning, dan hijau yang mengagumkan.
Bagaimana pun, jutaan ekspresi yang terlukis di langit, hanya ada satu tanda yang selalu hendak dimaksudkannya kepada bumi, Cinta langit
kepada bumi selamanya. Meski bisa saja, bumi menangkapnya berbeda. Karena Allah
telah menciptakan bumi yang hanya memiliki luas yang terbatas, sedangkan langit
tanpa batas.
Betapa indahnya bisa menjadi langit yang selalu mencintai bumi, dan bersyukurnya kita bisa menjadi bumi yang selalu mengerti maksud langit.

Komentar
Posting Komentar