Berbagi cinta dalam peran


            Amoeba adalah harapanku untuk sempurna membagi cinta dalam peran. Yang bisa membagi dirinya dengan sama rata dan sama fungsi. Meskipun ia telah menjadi bagian-bagian kecil, ia akan kembali tumbuh menjadi tubuh yang sempurna. Tidak ada yang merasa bangga karena kelebihan atau iri karena kekurangan dalam pembagian cinta dalam peran. Namun kitalah manusia yang ditantang menjadi amoeba dengan berbekal akal dan perasaan untuk tetap sama-sama sempurna membagi cinta dalam peran.
            Ingin terlihat lebih, adalah lumrahnya nafsu manusia, menyibukkan diri sendiri sehingga hanya menjalankan perannya sebagai aku saja, aku lagi, dan selalu kepentinganku. Lupa bahwa banyak hak dan kewajiban yang membutuhkan kebijaksanaan cinta dengan atas nama sebuah Peran. Dan itu tidaklah satu, atau dua, juga tiga, tapi ratusan, bahkan tidak terhitung.
            Ada peran aku sebagai seorang anak dari ayah dan ibu yang memiliki hak atas cinta yang diwujudkan dengan pelukan taat kepada kedua orang tua. Ada peran aku sebagai seorang kakak yang bertanggung jawab terhadap baiknya kehidupan adik-adiknya. Ada peran aku sebagai seorang adik yang harus memberikan cinta dengan kepedulian kepada kakak-kakaknya. Ada peran aku sebagai seorang manusia yang telah digariskan Allah untuk menjadi pemimpin di bumi, maslahat untuk ummat. Ada peran aku sebagai seorang teman untuk saling membantu disaat sulit dan senang. Ada peran aku sebagai dokter bagi dirinya sendiri yang harus menjaga amanah tubuh dengan tidur yang cukup, dan semua makanan yang halal. Ada peran aku sebagai hamba Allah yang sempurna mencintai dan tidak bisa terbagi. Dan jutaan peran aku lainnya yang kadang tidak terfikirkan.
            Suksesnya berbagi cinta dalam peran, seperti layaknya sebuah pohon beringin. Yang sibuk memperkaya dirinya dengan dahan dan cabang, hingga meluaskan manfaat dengan rindangnya dedaunan. Yang utama bukan setinggi apa batang bisa mencapai langit, tapi seluas apa manfaatnya di bumi.
Bukanlah seperti pohon pinus yang lebih memilih untuk memperbagus batangya yang utama, terus tumbuh ke atas namun lupa membagi dirinya dengan dahan dan cabang sehingga kering tanpa dedaunan. Mampu menggapai langit, tapi tidak dicintai bumi.


Komentar

Posting Komentar