Kenapa
harus berburu cinta di awal waktu? Jika indahnya saat berbuka membuat semua
orang akan menyesal, mengapa berpuasa rasa tidak kulakukan sedahulu mungkin. Ketergesa-gesaan
hanya membuat penyesalan menjadi perilaku yang menjerumuskan. Bisa jadi, itu
hanyalah rasa sementara, yang bisa hilang kapan pun, seperti debu-debu dosa
yang beterbangan. Mudah menguap, seperti air laut iman yang terpanggang
panasnya siang hari, atau terlupakan begitu saja, seperti kita melupakan
berjuta kebaikan Sang Tuhan.
Cinta, Mudahnya kami mengilhami ia dengan
sejuta kata, membuatnya malah jadi kehilangan makna. Diimpi-impi napsu manusia,
hingga terjatuh dalam keindahan fana yang melenakan, tanpa sadarnya. Tiba-tiba
saja, ada siksa yang menunggu di waktu yang kekal.
Maka
bersahajalah, karena cinta adalah kesederhanaan yang terbungkus dalam keagungan
dan berlapis ketaqwaan, bukan rasa manusia yang dicipta-cipta saja. Semaunya
dan sesuai selera masing-masing.
Dekaplah
ia dalam doa, Berjalanlah dalam taqwa, dan menantilah dalam kesabaran. Karena
tidak akan luput garis takdir dalama kealfaan Sang Tuhan. Ia menulis nama,
memasangkannya, dan mempertemukannya dengan yang sama dan semestinya. Allah memantaskan insan yang pantas. Baik
untuk yang baik, dan yang buruk untuk yang buruk. Maka tak ada yang lebih harus
dipercaya selain Allah, Sang Maha Cinta.
“Kami
mendengar dan kami taat”

Komentar
Posting Komentar