dearest aorta



Ini kali kedua aku berada di sini. 20 menit berlalu, mereka masih juga belum terlihat, danau arboretum dan tamannya yang cukup nyaman masih terlihat sepi, tidak menunjukan tanda-tanda kehadiran mereka yang sedang berenang atau sekedar beristirahat, “kemana mereka?” anak-anak yang kemarin berlari menuju kami dengan sekujur tubuh yang masih basah, baju yang lusuh, dan tanpa alas kaki, bernyanyi dengan kecreknya dan ada juga beberapa dari mereka yang menengadahkan tangan meminta belas kasihan, namun kami hanya bisa memberikan sedikit kerupuk dengan sambel rujak yang kami bawa. Aku melihat jauh ke ujung sana ternyata bukan hanya 1, 2 atau 3 orang saja tapi mungkin hampir 10 anak-anak kecil yang terlihat sama dengan anak yang menuju pada kami, rambutnya basah, dan tanpa alas kaki. Mereka, terlalu kuat berjalan tanpa alas kaki, mungkin itu belum seberapa dibandingkan kekuatan dan ketegaran jiwa mereka melewati semua ini.
30 menit pun berlalu, dan mereka sepertinya tidak datang, mungkin besok mereka akan datang :). Izinkanlah aku bertemu dengan mereka kembali :’)
….
Aku pun tetap datang dan kembali ke sini esok harinya, menunggu mereka yang aku sendiri tak benar-benar yakin mereka akan kembali datang. Setelah cukup lama aku duduk di batu tepi danau aku menuju rerumputan di taman, sekedar untuk duduk menunggu kehadiran mereka, tak sadar akhirnya aku merebahkan diri dan lalu menatap langit, Lihat! ia tanpa batas, berwarna biru membentang luas dengan garis- garis tebal awan yang saling bertumpuk satu sama lain, namun ada juga beberapa yang terhalangi oleh daun-daun pepohonan yang menjulang tinggi ke atas, ada burung yang terbang menghiasi langit itu, mengingatkanku akan mereka yang hidup bebas bagaikan burung itu, akhirnya aku pun memejamkan mata. Engkau yang telah menggerakan hatiku di sini, mempertemukanku dengan mereka untuk yang pertama kalinya, dan Engkau pula yang akan menuntunku pada mereka. Maka biarkanlah aku menebus ketidakpekaanku dengan pertemuan kedua. Air mataku menetes, aku sangat takut bahwa kesadaranku terlambat, mereka tidak akan pernah datang kembali.
Lalu bagaimana dengan aku yang terlanjur menyesal ? jika aku harus menunggu mereka besok, dan besoknya lagi, bagaimana pun, aku akan tetap datang menunggu mereka. Aku berjanji.
Dan akhirnya Allah pun mempertemukan kami kembali dengan caranya :)
…………..
Ku awali cerita ini dengan kesabaran dan penantian, maka untuk selanjutnya adalah keistqamahan untuk mempertahankan sebuah kebaikan yang sudah berawal, dan terima kasih Tuhan bahwa aku menjadi salah satu yang Engkau pilihkan untuk menjadi perpanjangan tangan-Mu :)
Specially love for aorta :)

Komentar

Posting Komentar