Bagai bumi dan langit



Dikala waktu telah terlampau jauh, ku kira semua akan berubah, namun sayangnya tidak, bahkan sebatas 1 inch pun tidak. Percayalah, semuanya tetap saja sama. Aku yang tetap sama seperti ini dengannya yang semakin terbang mengangkasa. Meskipun aku sadari bahwa dari awalnya pun kita memang tak pernah berjajar bersamaan, saat kau masih berpijak di atas tanah, kau memang selalu berjalan lebih cepat, dan aku yang berjalan bisa saja, kemudian tak lama kau berlari, aku pun mencoba mengejar, namun sayang aku masih belum mampu mengejarmu, hingga tibanya  sekarang kau telah berada di langit, dan aku sudah tidak mampu lagi menjangkau dimana tempatmu berada, begitu juga denganmu yang tak lagi mampu melihatku dari atas yang terlihat seperti setitik semut, terlupakan hingga akhirnya lenyap.
        Ini memang bukan tentang kita, hanya tentang aku. Bagaimana aku yang memilikinya dan menjalani semua seperti ini dalam kesendirian. Biarkan saja karena pada akhirya nanti semua pun akan berakhir jika memang semuanya harus diakhiri dan jika sudah waktunya. Dan saat ini, biarkan aku menghabiskan setiap detik, menit, jam, hari, bulan, dan tahunnya dengan menikmati setiap episode-episode hasil skenario Sang Sutradara.
       “Bagaikan ibarat langit dan bumi yang tak akan pernah menyatu hingga pada akhirnya kesudahan mampu menyatukan mereka, namun sayang, semuanya sudah tak berarti karena kehidupan yang baru sudah harus segera dimulai” semoga semuanya tak ada yang datang terlambat, tapi bagaimana pun semua adalah takdir termasuk ini.

Komentar