Duduk ditepi
mobil kolbak diterpa angin sore menjelang malam seperti menampar wajah dan
seluruh tubuhku, tapi seperti biasa saja, seberapa pun kencangnya angin saat
itu aku tak peduli, sibuk melihat di kiri jalan menuju cipanas bentangan lukisan
langit yang saaangat cantik, bercorak garis-garis merah menyembul disekitar
puncak dan lereng Gunung Cikuray. Aku berdiri, melebarkan tangan, menutup mata,
dan tiba-tiba bayangan itu kembali, Aku ada di puncak gunung di sana menikmati
saat ini. Lagi-lagi alam selalu saja mengundangku untuk kembali, dan kembali lagi…
Langkah ini
baru saja dimulai, meski semua lelah bercampur aduk, tapi hari ini menjadi awal
cerita yang baik, tentang kita yang bertemu karena harapan yang sama, melanjutkan
langkah demi mimpi yang sederhana, berbagi senyum, kebahagiaan, begitu juga
harapan akan kebaikan. Margawati, garut,
Sabtu 21 Februari 2015 bersama kalian hari itu menjadi start perjalanan
unpredictable yang akan terus memacu hingga seterusnya entah sampai kapan akhirnya,
dan aku yakin perjalanan ini takkan pernah ada ujungnya, semua tetap akan terus
berlanjut meski tidak harus selalu selamanya bersama. Margawati menjadi
perjalanan baru dalam catatan-catatan langit perjalananku, menggoreskan
rangkaian tinta hitam yang bermakna, Ia bilang “Sebuah perjalanan bukan hanya
tentang alam, kecantikan, kamera, dan kepuasan saja, tapi tentang sebuah jejak
yang bisa terus membekas untuk yang dilalui dan terlalui”.
Kang Sandi juga
bilang “Ra, pengabdian ini seperti hukum alam, ia hanya akan menyisakan
orang-orang yang kuat bertahan di dalamnya”. Ya, Alam selalu menjadi guru
kehidupan yang tak akan pernah ada batasnya. Semua indah dengan alami, tanpa
rekayasa, dan menampakkan manusia seperti apa ia sesungguhnya, alam mengajarkan kekuatan dari
kelemahan, hingga akhirnya menciptakan kebersamaan yang sejati. Itulah mengapa
aku begitu menyukai semua ini. Alam, perjalanan, dan pengabdian membentuk paket
menjadi aku :)
Sekali
melangkah semoga tetap melangkah di jalan yang sama.
#salampengabdian
Komentar
Posting Komentar