Sang Putri Cantik dan Kapal yang Gagah

Berbahagialah ketika tangan bisa bertepuk dua tangan, saling memberi dan saling menerima menghasilkan bunyi yang indah dan nyaring, karena tak semua orang seberuntung itu. Tapi aku tahu bagaimana pun kalian, saat ini semua bunyi yang indah hanya menjadi mimpi buruk. Lebih baik tak pernah ada tangan yang ingin bertepuk tangan, dan tangan lain yang sama. Membiarkan Tuhan sendiri yang menggerakan kedua tangan itu untuk menghasilkan bunyi yang indah. Tinggal bersabar saja menunggu kapan waktunya.

..........

Saat ini mengapa bunyiku hanya terdengar bising dan menakutkan bagaikan mimpi buruk? Aku tahu pasti ada yang salah dari dari tanganku atau mungkin dengan tangan yang lain. Sesaat aku melirik tangan-tangan yang lain tak ada yang salah dari bunyi mereka, bunyinya bagus, bahkan menarik hati dan mereka terus saja bertepuk tangan menikmati bunyinya. Sedangkan aku? Aku harus bersusah payah menghentikan tanganku, jika menenggelamkan tanganku pada lumpur jauh lebih baik aku akan lakukan itu.

Tapi sayangnya tak semudah itu, dengan gayaNya ia seringkali mempertemukan kami dengan kesengajaan yang sederhana. Sepersekian detik ada senyum simpul yang tidak terlihat di matanya untuk menguji seberapa kuat aku, meski akhirnya aku kalah dan air mata selalu menjadi bayarannya. Jika aku boleh memilih, aku tak ingin merasakan ini, karena toh untuk apa? Untuk apa ada semua ini jika kenyataannya tak seindah kebiasaan yang ada? Menyakitkan aku, mungkin jauh lebih menyakitkan dirinya dengan hal yang wajarnya adalah kebahagiaan

Dan jikalau aku boleh mengiri, aku mengiri pada mereka. Tapi aku tahu Allah jauh lebih menyangi kami dengan jalan ini. Aku percaya

.....

Langit masih berwarna biru, gunung masih menjulang tinggi, dan laut masih bergelombang, begitu pun takdir yang tertulis di kitab Lauh Mahfudz. Ia akan tetap sama. Jika memang nama kalianlah yang tertulis maka ia tak akan pernah tertukar, bahkan satu abjad pun

Percayalah jika sudah waktunya kapal itu akan kembali ke dermaga menjemput Sang Putri Cantik untuk mengajak berlayar bersama, biarkan saat ini dia menjelajah laut demi laut untuk mendewasakannya, menghebatkan dirinya hingga akhirnya ia menjadi Kapal yang Gagah yang pantas ditungu dan ditunggangi Sang Putri Cantik

Karena Sang Putri Cantik hanya bertugas untuk menunggu tak lebih :)

Komentar

Posting Komentar