Dan engkau akan melihat gunung-gunung yang engkau kira tetap ditempatnya, padahal ia berjalan (seperti) awan. QS. An-Naml :88.
Alhamdulillah, dengan izinNya aku
bisa kembali menginjakan kaki di salah satu puncak gunung di Tanah Air tercinta
ini, Gn Gede 161114. Melihat salah satu dari milyaran hasil ciptaan Allah yang
luar biasa, dan bagiku gunung itu salah satunya yang paling luar biasa, dan itulah kenapa aku
menyukai gunung. Bukan hanya sekedar untuk gaya atau apa pun, dengan perjalanan
mencapai puncak gunung seperti charger keimananku. Menaikan kembali kadar
keimanan yang mungkin sudah mulai menurun, dan keindahan gunung dan puncaknya
berkali-kali mengingatkanku pada salah satu ayat ini . “Maka nikmat Tuhan Mu lagi
yang manakah yang kamu dustakan?” subhanallah
Ini adalah perjalanan ke tiga ku, dan
mudah-mudahan masih ada kesempatan-kesempatan lain untuk menginjakan kaki di
puncak-puncak selanjutnya. Aamiin. Aku selalu bertanya kenapa aku menyukai
puncak gunung?, hhm apakah untuk sekerdar gaya di foto? Lillahi taala. Ya karena Allah
aku menyukai perjalanan puncak gunung dengan embel-embel lainnya, salah satunya
adalah ilmu. Ilmu dari puncak gunung yang sebelumnya sudah pernah ara bahas,
dan ga pernah habis memberikan pelajaran-pelajaran baru yang berbeda dan luar
biasa. Meskipun abah sering bilang naik gunung itu ga ada ulangnnya de, dan aku
menjawab pasti, di sana aku belajar dari sekedar buat ulangan bah, karena di
sana aku belajar tentang hidup. Haha ngerayuu. Dan akhirnya abah sama umi pun mengalah
sama anaknya yang keras kepala ini, Ya Allah semoga kasih sayangmu selalu tercurahkan
untuk kedua orang tuaku yang begitu menyangi ku.
Ya itulah kenapa ada kaum muhajirin,
karena Allah sering berkata lakukanlah perjalanan, karena disetiap perjalanan itu
selalu ada ibrahnya, maknanya yang bisa diambil. Seperti kata imam syafii juga
yang bilang kenapa kita harus merantau, ya salah satunya itu. Mencari ilmu
sebanyak-banyaknya dari mana pun. Itulah kenapa aku suka naik gunung J karena alam adalah guru terbaik untuk mendapatkan ilmu..
Out of the zone, keluar dari zona nyamanmu.
Karena disitulah kamu baru benar benar diuji apakah kamu mampu untuk tetap hidup
atau kalah karena seleksi alam. Perjalanan ini adalah tantangnnya apakah aku
mampu untuk bertahan. Menjadi aku yang terwarani, ataukah sebaliknya aku yang
memberi warna, belajar untuk berbaur tapi tak melebur. Meskipun diakhirnya aku tidak mampu, tapi Allah tahu yang terbaik.
Beratnya perjalanan ini, toh kita tetep bisa sama-sama sampai puncak sana. berapa pun lelahnya kita tetep saling berbagi pundak. karena mimpi kita adalah puncak bukan?
Terima kasih untuk perjalananya, meski sulit tapi puncak jadi hadiahnya. terutama untuk grup 1 ada masep koor grup 1 yang keren, mas eko dan mas bangun yang sabar nungguin dan bantuin ara, dan sejoli mas idham dan mas amal yang selalu buat ara ketawa kalo ngomong jawa. haha untuk sefie yang bisa merencanakan perjalanan ini, dhika, kang fajar, kang ade yang seru, buat mba chyindi sama mba inos yang tetep berjuang meski diujung kelelahan, kalian tetep ayu daki sampai puncak. buat mas deski, dan bebeb dewi dan teh asfa yang selalu sama ara. dan untuk semuanyaa atas perjalanannya yang luar biasa ini, meski pertemuannya sangat singkat, alam selalu mampu menciptakan suasana kehangatan kekeluargaan dan persahabatan hingga ujungnya ada kisah indahnya tersendiri.
Maka nikmat Tuhan mu lagi yang manakah yang kamu dustakan?
Meski penakian gn. gede sudah selesai, semoga saja masih ada cerita selanjutnya :)
Meski penakian gn. gede sudah selesai, semoga saja masih ada cerita selanjutnya :)





Komentar
Posting Komentar