Waktu sekarang berjalan begitu sangat cepat, sehari bagaikan sejam, sebulan seperti sehari, setahun? seperti rasanya baru saja hari kemarin. semua hal tentang masa lalu bukan lagi menjadi hal yang begitu memorian, begitu juga dengan masa depan, bukan lagi menjadi hal yang jauh untuk didapatkan. masa lalu, masa sekarang, dan masa depan menjadi semakin berdekatan. Saat tak sengaja terlintas pikiran itu, keheranan itu ada, apakah ini suatu pertanda? Entahlah, begitu adanya.
Baru saja kita meninggalkan bangku pendidikan sd, smp, sma, dan sekarang lihatlah, kita sudah hampir meninggalkannya, dan mulai ke jenjang yang lebih tinggi, dunia perkuliahan, dan bahkan siap untuk memasuki dunia kerja, sepertinya, baru saja kemarin kita menggantungkan mimpi-mimpi itu dilangit, sekarang kita sudah memetiknya satu per satu, dan sepertinya belum lama kita terlahir, dan mulai berjalan dari garis star, sekarang kita sudah berada di garis finish itu.
Secepat itukah? Tak pernah ada yang tahu, kapan kita memulai dan kapan itu semua berakhir, untuk hal apa pun, usia, harta, jabatan, pasangan, anak, karir, tak pernah ada yang tahu bagaimana waktu dapat memainkan peran nya, karena ia pun hanya makhluk yang menjalankan perintah Sang Pencipta.
Ya begitulah waktu, unik tak tersentuh, sampai-sampai manusia sehebat apa pun tak pernah ada yang mampu mengotak atiknya, barang sekalipun dipercepat selama 1 detik.
Begitulah Sang Pencipta, Allah SWT menciptakan waktu dengan keunikannya, hingga tak ada yang mampu mengintervensinya, bahkan yang lebih unik lagi, waktulah yang mengintervensi manusia dan seringkali galau dibuatnya, karena mengingat masa lalu, juga takut akan masa depan.
Waktu dan manusia, siapakah yang harus menakuti dan tertakuti? Bukan siapa dan kepada siapanya, karena manusia adalah manusia yang hidup, dan waktu adalah waktu yang terus berjalan sesuai masanya, manusia dan waktu tak terpisah, berjalan beriringan hanya garisnya saja yang berbeda, karena keduanya memiliki tugasnya masing-masing.
Saat manusia merasa begitu diatur oleh waktu, siapakah yang salah? Waktu kah? ingatlah waktu hanyalah waktu yang hanya mampu bersiklus, dan manusia lah yang hidup, mungkin kita yang belum mampu menjadi manusia yang hidup dengan bijak. saat manusia mampu bertindak bijak, maka ia mampu memaknai hakikat diri nya, dan waktu bukan lagi menjadi sesuatu yang membahagiakan ataupun menakutkan untuknya, karena semuanya akan tetap terjadi, di masa depan, baik ataupun buruk sekalipun.
Semua berawal, dan semua ada akhirnya, dan hanya Allah lah yang kekal. Bijaklah kita sebagai manusia yang mampu mengendalikan semuanya, termasuk waktu sekali pun, jangan sebaliknya, waktu yang mengendalikan kita, atau bahkan membuat kita terlena karenanya.
Waktu begitu misterius, maka persiapkanlah semunya dengan sebaik-baiknya selagi kita masih memiliki waktu itu.
Demi masa sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, dan mengerjakan kebajikan, dan nasehat menasehati dalam kesabaran, dan nasehat menasehati supaya menaati kebenaran (Qs Al-'Asr 1-3)
Wallahualam bishawab
Baru saja kita meninggalkan bangku pendidikan sd, smp, sma, dan sekarang lihatlah, kita sudah hampir meninggalkannya, dan mulai ke jenjang yang lebih tinggi, dunia perkuliahan, dan bahkan siap untuk memasuki dunia kerja, sepertinya, baru saja kemarin kita menggantungkan mimpi-mimpi itu dilangit, sekarang kita sudah memetiknya satu per satu, dan sepertinya belum lama kita terlahir, dan mulai berjalan dari garis star, sekarang kita sudah berada di garis finish itu.
Secepat itukah? Tak pernah ada yang tahu, kapan kita memulai dan kapan itu semua berakhir, untuk hal apa pun, usia, harta, jabatan, pasangan, anak, karir, tak pernah ada yang tahu bagaimana waktu dapat memainkan peran nya, karena ia pun hanya makhluk yang menjalankan perintah Sang Pencipta.
Ya begitulah waktu, unik tak tersentuh, sampai-sampai manusia sehebat apa pun tak pernah ada yang mampu mengotak atiknya, barang sekalipun dipercepat selama 1 detik.
Begitulah Sang Pencipta, Allah SWT menciptakan waktu dengan keunikannya, hingga tak ada yang mampu mengintervensinya, bahkan yang lebih unik lagi, waktulah yang mengintervensi manusia dan seringkali galau dibuatnya, karena mengingat masa lalu, juga takut akan masa depan.
Waktu dan manusia, siapakah yang harus menakuti dan tertakuti? Bukan siapa dan kepada siapanya, karena manusia adalah manusia yang hidup, dan waktu adalah waktu yang terus berjalan sesuai masanya, manusia dan waktu tak terpisah, berjalan beriringan hanya garisnya saja yang berbeda, karena keduanya memiliki tugasnya masing-masing.
Saat manusia merasa begitu diatur oleh waktu, siapakah yang salah? Waktu kah? ingatlah waktu hanyalah waktu yang hanya mampu bersiklus, dan manusia lah yang hidup, mungkin kita yang belum mampu menjadi manusia yang hidup dengan bijak. saat manusia mampu bertindak bijak, maka ia mampu memaknai hakikat diri nya, dan waktu bukan lagi menjadi sesuatu yang membahagiakan ataupun menakutkan untuknya, karena semuanya akan tetap terjadi, di masa depan, baik ataupun buruk sekalipun.
Semua berawal, dan semua ada akhirnya, dan hanya Allah lah yang kekal. Bijaklah kita sebagai manusia yang mampu mengendalikan semuanya, termasuk waktu sekali pun, jangan sebaliknya, waktu yang mengendalikan kita, atau bahkan membuat kita terlena karenanya.
Waktu begitu misterius, maka persiapkanlah semunya dengan sebaik-baiknya selagi kita masih memiliki waktu itu.
Demi masa sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, dan mengerjakan kebajikan, dan nasehat menasehati dalam kesabaran, dan nasehat menasehati supaya menaati kebenaran (Qs Al-'Asr 1-3)
Wallahualam bishawab
Komentar
Posting Komentar