Aku adalah pemimpi, bahkan mungkin, aku lebih banyak meluangkan waktu hidup dalam mimpi-mipi itu, menikmati setiap hayalan yang aku ciptakan sendiri, bagi ku, itulah yang membuat ku menjadi manusia hidup, berwarna, dan bermakna, dan keinginan itulah yang membuat kita berbeda dengan makhluk yang lainnya, karena kita punya keyakinan akan masa depan, dan mimpi ku itulah masa depan ku.
selain menghayal, dan membayangkannya, aku sekarang suka sekali menuliskannya, bahkan tak ragu-ragu aku tulis dalam binder yang selalu ku bawa, dari mulai target pendidikan, tempat-tempat yang dikunjungi, sampe soal jodoh. hah, bahkan aku menuliskan kriterianya di situ...
entah kenapa, aku suka sekali membicarakan tentang itu, pasti terdengar aneh apalagi bagi kita yang masih dibilang anak kecil kaya gini, itu bicaraan orang dewasa.
aku mencita-cita kan itu semua, cita-cita tentang jodoh ku.
karena bagi ku, jodoh tidak pernah lebih tidak penting dibandingkan cita-cita yang lain, bahkan sekali pun itu cita-cita ku untuk ada di sini. bahkan saat aku buka kembali binder ku itu, cerita tentang jodoh, dan fk unpad, mereka ku tulis bersebelahan.
entah aku yang terlalu jauh berfikir, atau apa, tapi aku menikmati semua mimpi-mimpi itu, mimpi apa pun tentang jodoh, dari kira-kira siapa kah dia, bagaimana dia, dan bagaimana dengan kita, aku dan dia.nantinya. sampai-sampai aku menulis kata ini.
Ada di bawah menara eifel dengan orang yang spesial
bahkan entah pikiran absurd dari mana, aku punya mimpi terbaru tentang jodoh ku.
menjadi isteri seorang presiden Indonesia* kacau banget ga sih.. haha tapi sahabat ku nunuy suka sekali mengamini mimpi ku yang absurd itu, dan satu lagi, menjadi mimpi yang aku rasa paling so sweat. bahkan menara eifel aja kayanya kalah.
Di Puncak Gunung bersama nya * mimpi ini tercetus pertama kali saat aku mengikuti kegiatan pecinta alaman, mimpi untuk berada di puncak gunung, tapi keputusan ku untuk mundur, membuat semua seperti tak mungkin, tapi aku yakin, suatu saat aku bisa, karena bersamanya aku yakin semua hal adalah mungkin. kerana ia lah yang akan menjaga ku disetiap langkah kakinya, mengahargai hakikat ku sebagai perempuan yang harus dijaga sampai puncak terkahir, dan hanya ada kumpulan awan putih, dan kebesaran Allah.
..................
mimpi ku itulah yang terus menjaga ku untuk seperti ini, hidup ditengah huru-hara percintaan saat ini yang melalaikan dan terlarang. yang mereka mencintai seseorang yang belum selayaknya dicintai. karena cinta yang sebenarnya adalah hanya untuk ia yang akan menjadi yang halal bagi mu.
itulah kenapa aku tak pernah ingin pacaran, selain itu adalah larangan dari Allah, adalah pilihan ku sendiri untuk tidak, keinginan ku pada yang lebih indah suatu saat nanti, membuat ku yakin.
dan bagi ku,
mimpi-mimpi ku itu sudah cukup memberikan ku cinta nya tersendiri. cinta atas keyakinan karena Sang Penciptalah yang akan senantiasa mencintai ku sampai kapan pun, sampai bahkan tiba saatnya nanti Allah menghantarkan sendiri cinta itu pada ku.
An-Nur : 26
selain menghayal, dan membayangkannya, aku sekarang suka sekali menuliskannya, bahkan tak ragu-ragu aku tulis dalam binder yang selalu ku bawa, dari mulai target pendidikan, tempat-tempat yang dikunjungi, sampe soal jodoh. hah, bahkan aku menuliskan kriterianya di situ...
entah kenapa, aku suka sekali membicarakan tentang itu, pasti terdengar aneh apalagi bagi kita yang masih dibilang anak kecil kaya gini, itu bicaraan orang dewasa.
aku mencita-cita kan itu semua, cita-cita tentang jodoh ku.
karena bagi ku, jodoh tidak pernah lebih tidak penting dibandingkan cita-cita yang lain, bahkan sekali pun itu cita-cita ku untuk ada di sini. bahkan saat aku buka kembali binder ku itu, cerita tentang jodoh, dan fk unpad, mereka ku tulis bersebelahan.
entah aku yang terlalu jauh berfikir, atau apa, tapi aku menikmati semua mimpi-mimpi itu, mimpi apa pun tentang jodoh, dari kira-kira siapa kah dia, bagaimana dia, dan bagaimana dengan kita, aku dan dia.nantinya. sampai-sampai aku menulis kata ini.
Ada di bawah menara eifel dengan orang yang spesial
bahkan entah pikiran absurd dari mana, aku punya mimpi terbaru tentang jodoh ku.
menjadi isteri seorang presiden Indonesia* kacau banget ga sih.. haha tapi sahabat ku nunuy suka sekali mengamini mimpi ku yang absurd itu, dan satu lagi, menjadi mimpi yang aku rasa paling so sweat. bahkan menara eifel aja kayanya kalah.
Di Puncak Gunung bersama nya * mimpi ini tercetus pertama kali saat aku mengikuti kegiatan pecinta alaman, mimpi untuk berada di puncak gunung, tapi keputusan ku untuk mundur, membuat semua seperti tak mungkin, tapi aku yakin, suatu saat aku bisa, karena bersamanya aku yakin semua hal adalah mungkin. kerana ia lah yang akan menjaga ku disetiap langkah kakinya, mengahargai hakikat ku sebagai perempuan yang harus dijaga sampai puncak terkahir, dan hanya ada kumpulan awan putih, dan kebesaran Allah.
..................
mimpi ku itulah yang terus menjaga ku untuk seperti ini, hidup ditengah huru-hara percintaan saat ini yang melalaikan dan terlarang. yang mereka mencintai seseorang yang belum selayaknya dicintai. karena cinta yang sebenarnya adalah hanya untuk ia yang akan menjadi yang halal bagi mu.
itulah kenapa aku tak pernah ingin pacaran, selain itu adalah larangan dari Allah, adalah pilihan ku sendiri untuk tidak, keinginan ku pada yang lebih indah suatu saat nanti, membuat ku yakin.
dan bagi ku,
mimpi-mimpi ku itu sudah cukup memberikan ku cinta nya tersendiri. cinta atas keyakinan karena Sang Penciptalah yang akan senantiasa mencintai ku sampai kapan pun, sampai bahkan tiba saatnya nanti Allah menghantarkan sendiri cinta itu pada ku.
An-Nur : 26
Ahak ahak, kek novel aja, teh
BalasHapus