Satu per satu teman disebelah
barisan ku mulai dilepas kacunya, dan sudah giliran sahabat ku nunuy sedang dilepas
kacunya, berarti tinggal beberapa saat lagi aku pun akan pelepasan kacu, kacu
yang bertuliskan
Pendas XXII Atlas Medical Pioneer
nama siswa : Mutiara Azzahra
nomor siswa : 22223
kacu lepas, berarti tak ada tanda
pengenal, begitu kata komandan tata tertib ku, dengan kacu itulah aku bisa
dikenal bahwa aku adalah seorang siswa pendas AMP, dan di sore itulah kacu itu
terikat di leher ku untuk yang terakhir kalinya, Jumat 4 April 2014 yang lalu.
Sambil menunggu giliran ku, pikiran
ku kembali pada ingatan dulu, belum lama kemarin aku melihat sendiri pelepasan
kacu teman-teman ku, tapi sekarang aku sendiri berada di sini untuk pelepasan
kacu, pikiran dan hati ku berbicara, saat itu aku masih berada dibarisan siswa,
hanya melihat mereka dari belakang, bersedih dalam sikap sempurna ku, kecewa, dan
bertanya mengapa mereka harus mundur? tak cukup kuatkah mereka untuk bertahan
di sini? Kemudian dengan berat hati kami menyalaminya, sebagai tanda perpisahan
terakhir, aku memeluk seorang teman ku, dan aku menangis karena nya, ia yang
dulu meyakinkan untuk berada di sini, tapi kenapa ia yang harus mundur lebih
dulu dari ku. Dan aku pun kembali dibarisan, ku kuatkan lagi niat ku, AKU, AKU
pasti bisa melewati semua ini !!!
Sesaat, pelatih ku telah berada
di depan ku, seperti tak sadarkan diri, aku telah melihat kacu kuning ku telah
berada di genggamannya, kacu ku telah lepas dari ku. Aku mulai menahan air mata
ku, saat semua para pelatih mulai menyalami kami satu per satu dengan kata-kata
terakhirnya, dan selanjutnya semua teman-teman ku mulai menyalami ku, disaat
itulah aku tak bisa menahan air mata ku lagi, aku memeluk mereka, teman-teman
yang baik, dan cukup banyak kenangan yang telah ku lewati bersama mereka,
terlebih saat lapangan gunung hutan kemarin. Air mata ku seperti sebuah
kompensasi atas sebuah perpisahan.
Setelah selesai kami pun pergi
kembali, langkah demi langkah kaki, aku meninggalkan lapangan C5, tempat dimana
aku telah melalui binjas ke 17 ku, dan 1 lapangan GH (gunung hutan) tempat
dimana semua cerita tentang ku di sini terbungkus indah bersama alam C5, tempat
dimana aku memulainya, dan mengakhirinya
Aku tengok lagi kebelakang,
seperti enggan melangkah, tapi akhirnya pun aku tetap tak kuasa melawan takdir
ini, dan aku hanya mampu untuk mengucap kata perpisahan pada semuanya, bukan
hanya pada pelatih dan teman-teman ku saja, tapi pada semuanya
Kepada baju setelan baju AMP ku,
flannel, celana pdl, baju kaos panjang, topi, sepatu caterpillar, kaos kaki
komando, dan tentunya kacu kuning ku, juga kopel rim, oralit, dan minyak
komando yang tak pernah boleh tertinggal. Selamat tinggal kalian mulai hari ini
tak akan aku memakai kalian lagi
Kepada tas daypack yang telah
berisi beban, senter, dan ponco, yang karenanya hampir-hampir aku hanya membawa
tempat pensil, dan modul skills lab dan lab act, selamat tinggal kalian, mulai
hari ini aku tak akan ku menanggung kalian lagi
Kepada apel pembukaan, pemanasan,
lari keliling UNPAD dengan sepatu caterpillar yang besar dan berat itu, nyanyi
saat berlari, saling tarik menarik saat ada teman yang tak mampu berlari lagi,
cek denyut nadi, sprint, teriakan AMP AMP AMP saat sudah tiba digerbang, baris
kembali, cek denyut nadi lagi, pendinginan, lalu istirahat kira-kira 5 menit,
lalu mulai untuk olah raga fisik, shalat maghrib berjamaah, memakai minyak
komando, jalan beban keliling unpad sambil bernyanyi, dan evaluasi atas binjas
hari ini, pada seri-seri yang pelatih berikan, hormat saat ada yang mendapatkan
seri, dan menahan push up laki-laki saat ada teman yang hitungannya belum sama,
dan tidur menghadap langit saat istirahat seri, dan sampai pada yang terakhir,
apel penutupan, dan kadang-kadang setelah itu, kami diajarkan lagu-lagu baru, pulang
sambil tertawa dan saling bercerita tentang setiap kejadian yang kami alami
selama binjas tadi, hingga kami pulang ke bale saat sudah larut malam. Mulai
hari ini, aku tak akan lagi melakukannya….
Kepada hujan, suara jangkrik, udara
sore yang sejuk, dan malam yang dingin, pada sinar rembulan yang menghatkan,
dan sekalipun langit yang gelap dengan awan hitam sekalipun, pada kalian yang
telah setia menemani ku selama aku binjas, menjadi penyemangat dan keindahan
tersendiri saat hanya alam yang menjadi penyejuk ku.
Pada semua seri yang kami
dapatkan, karena kesalahan kami, dan pada setiap nilai yang kami dapatkan atas
hukuman itu, kesigapan, kedisiplinan, kekeluargaan, kehormatan
Pada nasehatnya yang selalu aku
ingat, “bahwa fisik boleh habis, tapi mental tak akan pernah habis”
Begitulah AMP mengajari ku selama
ini, bukan hanya tentang bagaimana kamu mejadi seorang pecinta alam, tapi
bagaimana kamu menjadi manusia yang kuat untuk sebuah pengabdian
…..
Siswi apa kamu yakin mundur?
Siap yakin AMP
…….
Pilihan ku untuk mundur, menjadi
hal yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya, dan pilihan yang sangat sulit dan
tak ingin ku pilih, tapi hidup adalah pilihan, aku sudah memilih jalan ku yang
lain, bukan karena aku adalah seorang pecundang, tapi aku telah memilih jalan
yang lain
……….
Ara apa ga rugi, kamu keluar,
kamu udah binjas ke 17 ra…
Aku ga pernah rugi ada di sini, meskipun
harus melakukan binjas ke 17 yang berakhir dengan sebuah kemunduran, ara ga
pernah menyesal ikut AMP, kalo ara ga pernah ikut, ara ga akan pernah ketemu
kalian, temen-temen ara di AMP, calon keluarga ara, ara ga tahu gimana rasanya
lari sambil hujan, berdiri di malem yang dingin, lari sambil nyanyi dan kadang
tetap lari meski hujan turun, jalan beban, dapet seri yang harus push up
berpuluh-puluh atas sebuah hukuman karena sebuah kesalahan yang dilakukan, ara
ga tahu gimana rasanya minum oralit, gimana rasanya ke gunung, meskipun
sebenernya itu bukan gunung, dan cita-cita ara belum tercapi, dan ara bisa sit
up. Karena kalo bukan di AMP, mungkin ara ga pernah bisa sit up, dan yang
terpenting, ara tahu gimana rasanya melawan keterbatasan, keluar dari kelemahan
diri, menggunakan mental yang kuat untuk hal yang ga bisa kita mampu
bangga pernah sependas sama Ara...apapun yang terjadi...keep our heads up ya Ra :)
BalasHapusara juga bangga bisa ketemu mba put :) ga tahu kenapa kaya udah ngerasa deket banget,, padahal cuma ketemu di pendas ^^
Hapusiya dong, tetep semangat, terkadang Allah suka ngasih kejutan kejutan yang ga pernah kita duga, dan itu pasti endingnya bahagia.