ulang tahun

Ulang tahun menjadi salah satu hari terpenting dalam hidup manusia, apakah itu menurut sang pencipta, ataukah penciptanya yaitu manusia sendiri yang membuat suatu budaya baru, tentang hari ulang tahun itu. Ini bukan bicara tentang ulang tahun ku, atau siapapun yang ingin aku ceritakan adalah sesuatu hal yang lebih penting dari balik sebuah kejadian ulang tahun itu.
Tentang hukum ulang tahun itu sendiri sangat tidak dianjurkan dalam islam, yaitu mereka yang merayakan suatu kelahiran dengan bermegah-megahan, padahal saat kita menyadari esensi ulang tahun itu adalah masa dimana kita semakin ingat akan sebuah kematian. Karena angka sudah semakin bertambah itu berarti masa kita semakin berkurang.
aku sendiri masih belum paham bentul bagaimana memaknai ulang tahun itu, yang aku tahu adalah budaya mengucapkan selamat ulang tahun, dan ajang pemberian kado. Dan itu sudah menjadi kebiasaan ku sejak dulu, dan bahkan sampai sekarang, hanya saja aku punya sesuatu pikiran yang lain tentang ulang tahun, dibalik semua maknanya, aku menganggap bahwa ulang tahun itu adalah ajang pembuktian kasih sayang, kepedulian dan kepekaan, bahkan ajang pengukur diri kita sudah sejauh mana kita menjadi berarti untuk orang lain, hingga membuat mereka melakukan segala sesuatu untuk kita di hari ulang tahun, percaya atau tidak, coba pikirkan.
Kilas balik, selama aku berteman dekat dengan teman2 ku, aku selalu berusaha untuk memberikan sesuatu pada teman-teman ku disaat hari ulang tahunnya, terutama saat aku mengenal sahabat ku di smp, ada rizka dan lia, 2 sahabat yang alhamdulillah terjalin sampai hari ini, dan mudah-mudahan sampe maut memisahkan, aamin.
Saat mereka ulang tahun, aku memberikan mereka kado, dan saat aku juga ulang tahun mereka juga memberikan ku sebuah kado. seperti hukum alam, saat kita memberi, maka kita juga akan mendapatkannya, tapi aku pernah mengalami hal itu, dimana saat aku memberikan semua yang ku miliki untuk teman-teman ku, memberikan kebahagian di hari ulang tahun mereka, denga  semua kemampuan ku, aku tak mendapatkan balasan itu. Balasan kepedulian mereka saat aku juga ingin diperlakukan sama seperti aku memperlakukan mereka, membuat aku sadar, bahwa aku tidak berarti untuk mereka. Hingga aku merasa cukup kecewa untuk beberapa saat, tapi aku sadar sekarang bahwa aku masih belum ikhlas, aku masih mengharapkan imbalan saat aku memberi, Astaghfirullah mut,,, kamu masih pamrih. Memberi yang berharap juga ingin diberi.
Tidak, aku tidak ingin seperti itu lagi, aku akan mencoba belajar untuk melupakan apa yang telah kita beri untuk orang lain.
Mungkin saat kita masih belum diberi oleh mereka, kamu memeng orang yang belum pantas untuk mereka beri, karena kamu memang belum cukup berarti.
mungkin suatu saat nanti mut, suatu saat nanti akannada mereka yang menyayangi mu dan menganggap kamu berarti, tak usah kamu memberi mereka lebih dulu, mereka selalu senantiasa memberi lebih dulu pada mu.
Saat ulang tahun teh ama kemaren, ia bercerita bahwa ia diberi kejutan saat ulang tahunnya, dan hikmah dibalik itu, ia berpesan bahwa carilah keluarga sebanyak-banyaknya.
Terlepas dari apakah aku akan mengalami itu suatu saat nanti, aku akan ikhlas dengan apa pun, tapi aku akan tetap mencari keluarga sebanyak-banyaknya di sini.

Komentar

Posting Komentar