Begitu besar kuasa-Mu Allah,
engkau tunjukan kebesaranmu pada kami. Dengan sekejap kau bisa melahirkan
manusia yang baru, namun dengan sekejap pula Kau bisa mengambil apa yang
sebenarnya milik-Mu, yang kau titipikan pada kami. Dan kami tahu bahwa suatu
saat nantipun kau akan mengambilnya kembali dari kami.
Entah kapanpun itu, hanya
Engkau yang tahu
Dan Kaupun akhirnya mengambil titipan biadadari
kecilmu, bidadari kecil yang kau lahirkan dari seorang rahim ibu yang begitu
mencintainya, yang dibesarkan dari seorang ayah yang memberikan nafkah dengan
kerja kerasnya, yang menjadi teman-teman hidup oleh kakak dan sepupunya yang
begitu menyayanginyanya, yang diasuh dengan cintanya oleh keempat kakek dan
neneknya, dan yang menjadi boneka-boneka kecil oleh ke empat tantenya dan
omnya. Dan yang menjadi bumbu-bumbu hidup yang akan selalu dikenang oleh semua
orang yang mencintainya, terutama keluarga besarnya.
Dia adalah Adzkia Syakila
Zahra, selama 3,5 tahun kau menitipkanNya pada kami, dengan segala tingkahnya
kami begitu mencintainya, dia adalah salah satu boneka ku yang selalu menghiasi
hidupku dengan tingkahnya yang membuatku untuk terus tertawa, walapun terkadang
aku tak sabaran mengahdapi sikapnya, menjadi penghiburku saat aku jenuh dengan
semua kesibukan ku disekolah, dan hanya keponakan-keponakanku yang menjadi obat
terindah yang Allah ciptakan untukku.
Bahkan sampai saat ini, aku
masih begitu merasa bahwa lala pooh masih ada disini.
Aku ga kuat, aku ga kuat
lagi nulis ini, tak sanggup aku menulis ini dengan linangan air mataku yang tak
hentinya jatuh membasahi pipi dan hatiku yang masih begitu terluka karena
kehilangan.
Aku adalah tantenya,
tantenya yang begitu mencintai dan menyayanginya, selama 3,5 tahun aku
menjaganya, menemaninya saat ia masih begitu kecil, memandikannya, menyuapinya,
bermain bersamanya, menjaganya.
Dan saat ini semua itu udah
berakhir, saat kecelakaan itu terjadi, kecelakaan yang membuat Lala akan pergi
selamanya dari kami. Aku benci hari itu, hari yang awal yang buruk di tahun
2013, aku benci, aku benci….
Jum’at, 18 Januari 2013
Ku tak percaya semua ini,
berita meninggalnya keponakan kecilku lala seperti mimpi bagiku, baru saja
tadi, aku masih melakukan hal bersamnya. Ya Allah, apa ini mimpi? Ingatan
itupun hadir, ingatan yang masih segar untuk selalu kuingat
Aku
tiba sepulang sekolah bertemu dengannya di steam, dan saat itu, kaka, atut, dan
lala menyambutku dengan jabatan tangannya, untuk salim padaku. Bercerita suatu
hal yang aku tak dengar jelas apa katanya, karena entah kenapa sejak aku tiba
didepan kompleks rumahku, aku menjadi bad mood tiba-tiba, hingga kakaku sendiri
bertanya “tante muti kenapa, ko mukanya cembetut?” dan aku melaluinya begitu
saja.
Setelah
aku tiba dirumah, aku mengistirahatkan diriku, dan ngobrol santai dengan dalpun
saudaraku, dan terdengar teriakan dari bawah “De, mandiin neng lala dong, teteh
dah cape nih!” dengan setengah hati aku turun kebawah dan memandikannya.
“De,
lala cebokin dulu, dia ‘ee’ kata kakaku
“
Kaka lala ee?” tanyaku. “udah cebok belum?” lalu aku pun mengajarinya untuk
bisa cebok sendiri, menuntun tangannya kebelakang, tapi tetap saja harus aku
sendiri yang turun tangan. Setelah itu akupun mulai memandikanya, dia sudah
daritadi ada dibawah keran, dan terlihat sudah ada sampo di kepalanya. “kaka
lala ko samponya banyak banget?” sambil aku menggosok kepalanya, “kaka lala,
udah pake sabun belom? Lanjutku, “ udah tan, tadi aku udah pake sabun”
jawabnya. “dengan sedikit tambahan aku menyabuninya. setelah selesai lalapun
pergi, dan aku harus menyiram poopnya terlebih dahulu. Akupun kembali bergegas
keatas
Amang (panggilan untuk
pamanku satu-satunya dari mamahku) datang, dan langsung memeluk mamahku, dan
berkata bahwa lala udah ga ada, mamahku mulai teriak dan menangis, dan aku? Aku
berkata semua ini bercanda, “Jangan bercanda napa gomang!” aku melihat ke kaca
“engga mut ini semuanya ga bener!” aku pun masih berusaha diam, dan mendiamkan
mamahku, berkata padanya “udah napa mah, belom tentu bener, aku belom ditelpon”
tiba-tiba misin dan dan tetanggaku ke rumah, aku mencoba membuang semua itu,
rasa takut itu.
Mamahku udah mereda, aku
mencoba menanyakan apa yang sebenarnya terjadi, akupun menelpon kaka iparku,
dan ia berkata “Mut, lala udah ga ada”
…………………………..
AKu tiba dirumah TS, dan aku
melihat, aku melihat lala cantik udah terbujur kaku, diselimuti dengan kain.
Dia ga bergerak…
Lala………
Aku dan semua yang
mencintainya, menemaninya tidur, menemaninya tidur untuk yang terakhir kalinya
Jum’at Malam, 11 Januari 2013
Kaka lala, ko belum tidur?
Aku lagi di ruang tamu mengisi rapot, dan aku melihat ia masih mondar-mandir
membawa bantal kesayangannya, “aku mau tidur sama ibu” namun akhirnya aku pun
tidur bersamaya, di kamarnya di kasur bawah, dia ada disebelahku, dan ternyata
saat pagi-pagi aku terbangun dia ternyata mengompol
Kaka lala, baru aja minggu
kemaren kita masih tidur bareng, tapi sekarang kita udah ga bisa tidur bareng
lagi.
Lalu, aku melihat Abahku
memandikannya, dan untuk pertama kalinya, abah menangis, aku melihat abah ga kuat
untuk memandikan Lala cucu satu-satunya yang selalu menemaninya setiap hari,
saat ibunya sekolah, Aku hanya terduduk lemas, melihatnya diujung pintu,
mengingatnya, bahwa Kaka lala, tante baru aja kemaren sore, tante mandiin kamu.
Tapi sekarang kamu dimandiin bareng-bareng,
Tante menciummu, Kau
terlihat sangat… cantik, dengan hidung mu yang mancung, dan bulu matamu yang
begitu lentik, pipimu yang chubby, dan rambutmu yang keriting, semua, semua
kecantikan itu kau miliiki
“Umi, aku mau nginep di umi”
“ Ga boleh kaka lala, nginepnya
di rumah aja, temenin ibu”
Dan ternyata bener, kaka
lala, ga bisa tidur di rumah umi, tapi kaka lala, harus tidur disini, di
pemakaman ini
“Kakak kakak, aku temennya
Allah dong, aku mau ketemu Allah dong, aku tahu rumah Allah dimana, kan naik pesawat
tahu”
Selamat jalan catik…….
Kerena akhirnya cita-citamu
untuk bertemu Allah terwujud, kau ga hanya bertemu Allah, tapi kau juga akan
ada di syurga, menjadi bidadari-bidadari cantik yang menghiasi syurganya Allah,
kau akan menjadi salah satu pintu yang akan menjadi jalan untuk kedua orang
tuamu untuk masuk syurga.
Kaka lala
Tante sayang banget sama
kaka lala, maaf ya tante suka marahin kaka lala, tapi tante sayang baget sama
kaka lala…..
Tante, ga akan pernah lupa
gimana kaka lala, manggil tante, “Tan, Tan” , meluk tante, dan nyisirin rambut
tante,,,,,
Semoga nanti Tante juga bisa
bertemu kaka Lala,
Kaka lala sih enak udah ada
di syurga, kita disini masih harus berjuang, oh ya jangan lupa doa’in Ibu sama
ayah kaka lala ya, mereka sedih banget tahu, tapi mereka udah ikhlas ko, karena
mereka tahu Allah lebih sayang sama kaka lala,
Doa’in kita semua untuk terus
tegar tanpa kaka lala disini
We Love You
aku juga sayang lala, aku ingat kata2 lala yang suka panggil aku dengan sebutan 'teteh dalva cantik, aku mirip teteh dalva kan?'
BalasHapus..... sayang kamu terlalu cantik, baik, shaleh, aku masih ingat ketika lala dan kakak ada di sekolah dan aku yang jagain, begitu hujan turun dan petir menggelegar, yang paling takut adalah lala, serentak dia memeluk aku dan ga mau di lepaskan... dia begitu takut dengan petir, terakhir jam 5 saat hari jum'at aku masih menyisir rambutnya yg ikal, setelah ia di mandikan oleh mu,