Aku yang
dulu memiliki sahabat yang selalu ada, tapi kini aku harus bisa menerima
kenyataan tak ada lagi persahabatan, bahkan hanya sekedar temen deket, Persahabatan aku dan nya terlalu sulit untuk ku mengerti, dan
sepertinya tak ada juga yang mau menjadi temen deketku, hingga semua hal indah itu
tak lagi terulang saat ini, keadaanku sekarang yang sendiri, tanpa siapapun
memang membuatku bertanya, apakah aku diciptakan untuk sendiri? Semuanya terasa
amat sulit….
Aku yang
dulu remaja penuh dengan kebahagiaan karena sering mendapat sanjungan karena prestasi
akademik ku yang cemerlang, tapi sekarang hidupku adalah remaja yang harus berlapang dada menerima bahwa orang
lain jauh lebih prestasi akdemiknya dibandingkan aku sekarang, dulu aku yang
selalu menjadi yang teratas, sekarang harus dengan rela membagi kesempatan itu
pada orang lain. Aku begitu tak percaya, merasa rendah, dan begitu bodoh pada
semua teman-temanku, aku merasa tak pantas, dulu pernah berada diatas.
Aku yang
dulu remaja, yang hidup dibawah ketergantungan pada kemampuan kedua orang
tuaku, untuk memenuhi segala keinginannku, namun sekarang, aku harus menerima
kenyataan bahwa aku harus menjadi remaja mandiri, yang harus bisa memenuhi
semua keinginanku dengan kemampuanku sendiri, karena aku sadar, mereka sudah
tak sekuat dulu, mereka sudah beranjak tua, dan aku harus menyadarinya itu,
walau itu membuatku terkadang merasa tuhan tidak adil…
Dulu aku
adalah remaja yang aktif berorganisi, dan memiliki banyak teman darinya, tapi
saat ini, aku harus mengikhlaskan keorganisasian yang dulu begitu aku gemari,
karena kanyataannya aku hanya remaja SMA yang sekolah hanya untuk belajar, dan
tak melakukan apapun, karena baru sekarang aku sadara, bahwa aku salah memilih,
saat itu aku bagaikan pungguk merindukan bulan, aku begitu berharap akan
organisasi yang aku pilih, tapi ternyata pilihan itu salah, karena pilihan
itulah aku membiarkan organisasi yang lebih menjanjikan, sehingga saat ini aku
harus bersekolah tanpa berorganisasi
Dulu, aku remaja yang menjalani hidupku
seperti air yang mengalir dengan tenang, tapi saat ini ketika aku semakin
beranjak dewasa, aku seperti manusia yang kebingungan tanpa arah, aku bingung
harus mengalirkan air itu kemana, karena sekarang aku merasa begitu banyak
dorongan-dorongan dan bisikan yang membujukku untuk melalui arah yang mana,
karena jika kau mau membuka hatimu, engkau akan mendengar bisikan-bisikan
halus, yang akan menuntunmu, akan kemana engkau nanti, itulah yang disebut
dengan sedang mencari jati diri, dan jika engkau bisa mengalaminya sepertiku,
aku yakin, kau juga akan merasa begitu sulit untuk memilih pilihan itu, dan itu
begitu membingungkan.
Dulu aku remaja yang penuh dengan
ambisi-ambisi besar untuk menggapai kesuksesan menurut pandanganku, dan penuh
dengan semangat ketika ingin menggapainya, tapi sekarang aku tak lagi menjadi
seambisius dulu, aku tak lagi berambisi untuk meraih apa yang dulu menurutku
harus kudapatkan, selalu menjadi yang terbaik apalagi dibidang akademik, bahkan
semangat itu semakin hari aku rasa semakin terkikis, kedua hal yang dulu
membuatku menjadi yang terbaik, tapi sayangnya itu ka lagi kurasakan dalam
jiwaku. yang jelas tanpa keduanya, aku tak berarti apa-apa. Karena aku sadar IQ
yang aku miliki, tak cukup mampu mencapai semua presatsi itu.. aku bagaikan
pecundang saat ini, dan lebih bodohnya, aku tak berusaha untuk menggapainya
lagi, ambisi dan semangatku, aku malah membiarkan rasa pasrah dan malas dalam
diriku.
Dulu aku remaja yang sering merasakan
perhatian dan kasih sayang dari lawan jenisku, sekarang tak pernah lagi aku
merasakan itu,
Terlalu banyak hal yang dulu aku
rasakan, tapi semua harus pergi dariku, persahabatanku yang menyenangkan,
prestasi akademik yang cemerlang, aku yang tak perlu susah payah memenuhi
kebutuhanku sendiri, aku yang dulu aktif berorganisasi, aku yang dulu
menjalankan semuanya seperti air mengalir, aku yang dulu penuh ambisi dan
semangat yang membara, dan satu lagi penuh dengan cinta dari sekelilingku.
Dan kini berganti menjadi akuyang remaja
yang tak begitu indah dalam persahabatan, prestasiku yang biasa-biasa aja,
bahkan jauh dari yang terbaik, aku sekarang harus bisa memenuhi semua yang aku
inginkan dengan kemampuanku sendiri, aku yang tak berorganisasi lagi, aku yang
sekarang sedang bingung menacari jati diriku sendiri, aku yang tak lagi
seambisi dulu dan tak terlalu bersemangat untuk menjadi yang terbaik dalam
akademikku, dan saat ini, aku tak pernah lagi merasakan cinta..
Dan jika kau merasakan menjadi aku,
apa yang akan kau rasakan? Saat kau dulu berada diatas, namun saat ini kau
harus berada dibawah, dibawah untuk segalanya? Rasanya semua tak ada lagi yang
bisa kau banggakan, hingga kau merasa bahwa kau tak lagi berguna, kau merasa
hampa, dan begitu menyedihkan..
Itulah hidupku saat ini…
Namun setelah semuanya terjadi bahkan
datang secara bersamaan, menjadi sebuah pukulan besar bagi kehidupanku saat aku
beranjak dewasa, saat semuanya terjadi, butuh waktu yang tak sedikit untuk
menerimanya, tak sedikit tangisan yang aku biarkan jatuh untuk menerima,
menyangkal, dan mengeluh pada tuhan, bahwa mengapa semuanya harus terjadi pada
diriku, manusia remaja yang begitu rapuh, bahkan sampai saat inipun aku belum
benar-benar begitu mengerti hakikat daripada itu semua, namun setidaknya saat
ini aku mulai berdamai dengan semua itu, yang mungkin itu adalah takdirku,
garis tuhan yang sudah seharusnya terjadi, dan aku tak bisa meolaknya, dengan
cara apapun
Dan mungkin satu-satunya hal yang
bisa mengobati sedikit untuk saat-saat ini, aku menikmati semua hal itu, semua
keterpurukanku saat ini, semuanya aku anggap seperti permainan tuhan, mungkin
terlalu kasar, tapi memang benar, aku tak lagi merasa terbebani oleh semua itu,
sekarang aku membiarkannya, walaupun dengan membiarkannya mungkin semua itu
akan lebih terpuruk dari sebelumnya, tapi itu mungkin lebih baik, karena saat
ini aku benar-benar sadar, bahwa semua keadaan ini, memberikan pelajaran yang
amat berharga, bahwa semua kesedihan dan keterpurukan yang kita miliki, akan
memberikan pesan tersendiri saat aku mengalaminya, tapi sayangnya pesan itu tak
pernah bisa langsung ku mengerti, terkadang butuh waktu yang lama, tapi
sayangnya aku tidak sabar menjalani episode-episode itu, sehingga sebelum pesan
itu tersingkap, aku sudah mengeluh, dan memfonis tuhan bahwa ia tak adil.
Dan aku mulai sedikit demi sedikit
memahami apa makasud Allah, melalui semua keterpurukanku yang datang secara
bersamaan, dan inilah pesan itu menurutku..:
Saat semua masalah datang bersamaan
menerpaku, awalnya aku mengeluh dan memfonis Allah tuhanku yang tidak-tidak,
tapi sekarang aku sadar, itu adalah nikmat yang seharusnya aku syukuri, karena
lewat semua masalah itu, aku bisa sedikit lebih menghargai kebahagiaan sekecil
apapun yang Allah berikan pada ku, semua masalah itu terkadang akan memberikan
pondasi yang kuat untuk mengahadapi hidup manusia yang begitu kompleks, dan aku
bersyukur Tuhanku memberikan masalah-masalah sebagai benteng pertahananku untuk
menghadapi masalah yang lebih sulit nantinya
Saat aku merasa menjadi manusia paling
kesepian dalam dunia ini, karena aku tak memiliki seorang sahabat seperti pada
umumnya, mungkin Allah mengajarkanku menjadi manusia yang kuat, yang tak
ketergantungan pada satu kebahagiaan, kerena masih ada kebahagiaan lain yang
bisa aku rasakan.
Saat aku merasa menjadi manusia
paling bodoh dan pecundang karena prestasiku tak secemerlang dulu, saat dulu
aku berada diatas dan sekarang harus berada dibawah, mungkin Allah membuka
mataku, bahwa prestasi akademik tak akan menjadi penentu masa kehidupanku
kelak, bahwa masih banyak hal yang lebih penting untukku banggakan, salah
satunya mungkin aku harus mulai melirik prestasi agama ku, dan yang terpenting
bahwa hidup manusia itu seperti roda yang tidak selalu berada diatas, atau
dibawah, mereka selalu bertukar tempat diantara keduanya.
Saat aku merasa menjadi remaja paling
malang, karena harus memenuhi semua kebutuhanku sendiri, karena kedua orang
tuaku yang tak lagi sekuat dulu, awalnya aku menangis, dan berfikir bahwa hidup
ini kejam, tapi saat ini aku sadar, bahwa tuhan mengajarkanku untuk menjadi
remaja yang mandiri, remaja yang tangguh untuk menghadapi kerasnya dunia nanti,
dan Tuhan mempersiapkan kesuksesan nanti, karena dunia ini tak hanya
membutuhkan remaja-remaja yang mumpuni dalam akademik, tapi membutuhkan para
pelajar yang berani dan mampu mandiri. dan sekarang aku mulai mengerti itu.
walau saat aku mencari uang masih ada rasa malu dan gengsi, tapi aku bangga,
aku bangga bisa mencari uang sendiri dan aku bahagia bisa membantu meringankan
beban kedua orang tua ku..
Saat aku merasa bimbang akan pilihan hidupku sendiri,
mungkin tuhan saat itu memberikan pilihan untukku, pilihan mana yang terbaik
untukku, namun sampai saat inipu aku sendiri masih belum terlalu yakin pada
pilihan ku, namun aku sekarang tahu, semua yang aku pilih akan selalu mengandung
resiko dan aku harus bertanggung jawab atas pilihanku sendiri, dan mungkin saat
ini tuhan sedang mengajarkanku bagaimana menjadi pribadi yang bijaksana dalam
memilih dan bertanggung jawab, ya itu yang aku fikirkan..
Saat aku tak lagi berambisi dan
bersemangat dalam meraih prestasi akdemikku, mungkin tuhan memberikanku sedikit
waktu untukku beristirahat dan menikmati keindahan hidup ini, karena saat
ambisi dan semangat menjadi dasar hidupku, sejujurnya aku merasa tersiksa dan
terbebani, entah apa yang membuat aku merasakan itu, mungkin ambisi dan rasa
semangat itu, tak ku gunakan untuk hal yang lebih penting, ya itulah rahasia
tuhan, tuhan mencabut rasa ambisi dan semangatku dalam nilai, dan menggantinya
dengan tujuan yang lebih sempurna, dan aku putar arah untuk hal lain, aku hanya
sedikit butuh watu untuk beristirahat dengan semua ambisi-ambisi dan semangatku
yang aku rasa begitu melelahkan, dan bahkan terkadang menyakitkan, karena aku
juga ingin merasakan bagaimana rasanya benar-benar menikmati kehidupan remaja,
tanpa ambisi, dan tanpa rasa beremangat, mungkin ada yang salah, saat aku
merasakan begitu terbebani dengan ambisi dan semangatku sendiri, entahlah apa
yang menyebabkannya, mungkin aku belum memahami apa yang seharusnya menjadi
ambisiku, dan mungkin Tuhan memberikan aku sedikit pilihan bahwa ada hal lain
yang lebih aku ambisikan.
Saat aku tak lagi merasakan cinta
dari orang lain, terutama lawan jenisku, walau itu membuatku merasa hampa, tapi
aku mulai sedikit menyadari bahwa ternyata ada yang sangat mencintaiku, dan itu
adalah tuhanku sendiri, dia begitu mencintaiku, hingga dia tidak ingin
membuatku mencintai yang lain, yang tak berhak aku cintai, dan bahkan melebihi
cintanya, tuhan memberikan jalan terindah untukku bisa merasakan cinta yang
indah suatu saat nanti, dan tuhan ingin menjagaku agar aku tak terkotori oleh
serpihan-serpihan kemaksiatan,,,
Terkadang kita terlalu cepat memfonis
Tuhan yang tidak-tidak, padahal dibalik semua hal yang ia berikan, tersimpan
sejuta makna yang begitu berharga dalam hidupmu, tapi terkadang ia menginginkan
kau bersabar untuk memahami maksud Tuhanmu, yang jelas percayalah seburuk
apapun takdirMu, jika kau mau bersabar menjalaninya, engkau akan memahami
dengan sendirinya bahwa itu adalah yang terbaik untukmu. Dan ketika kau sedang
mendapatkan sejumput masalah, mungkin kau tak perlu bergegas-gegas untuk
menyelesaikannya, kau hanya perlu menikmatinya barang sebentar saja, karena
dengan sendirinya kau akan merasakan bahwa itu indah dan luar biasa, tapi
jangan terlalu lama, setelah kau menikamtinya, kau harus menata kembali
semuanya, tak perlu selalu kembali ke keadaan awal sebelum kau mendapati cobaan
tuhan, karena terkadang keadaan yang tak kita duga akan lebih baik…
Terkadang bahkan sering kita terlalu
cepat memfonis kejelekan, bahkan kepada Tuhan kita sendiri, karena dia
memberikan kepada kita apa yang tidak kita inginkan. andai kita tahu, dia
begitu menyayangi kita, dengan caranya yang indah, hanya saja kita tak
menyadarinya, sabar dan ikhlas menjalani semuanya adalah kuncinya, karena
seseudah itu kita akan merasakan keajaiban luar biasa apa yang ada dibalik
semua yang kita alami, entah itu bahagia ataupun sedih…
Karena apapun yang terjadi hari ini,
kemarin ataupun masa yang akan datang, adalah takdir yang terbaik, yang kau
butuhkan
Saat semua masalah terjadi, tutup
matamu, renungkan, pasti kau akan merasa sebgaiannya telah hilang….
Komentar
Posting Komentar