Catatan Kecil

Bagaimanakah Kematian menurut pandangan Mu?
Ini menurutku…

Bicara soal mati itu bagi sebagian orang adalah suatu hal rancu, aneh, dan menakutkan, dan begitu juga menurut ku, akal ku sendiri ga mampu untuk memahami hakikat itu, aku tahu mati, aku udah sering mendengar berita kematian, aku pernah melihat dengan mata kepalaku sendiri orang yang sedang mendekati ajalnya, tapi saat membayangkan hal itu terjadi pada diri ku sendiri, bener-bener aneh, bahkan sempat terlintas kalo aku hidup sekarang Cuma mimpi, iya Cuma mimpi, dan mimpi itu pasti berakhir dan aku ga bakal ngalamin itu! Ah bener-bener bingung
Mati itu suatu hal yang pasti, tapi abstrak, mati itu kaya ujian akhir sekolah, dimana hasilnya begitu sangat menentukan, tapi bukan kaya kita lagi ujian yang kita tahu tanggal dan waktunya kapan, yang bisa kita persiapin dengan sangat matang, mati itu bisa datang kapan aja tanpa pernah mengenal apa dan sipa dia, siap dan ga siap kita pasti bakal ngerasain sendiri.
Biasanya suatu hal yang terjadi sama kita, pasti kita bagi pengalamannya, tapi Cuma mati pengalaman yang ga akan pernah bisa kita bagi kesiapapun, gimana rasa sakitnya saat sedikit demi sedikit malaikat maut mengambil ruh dalam jasad kita, padahal kita sering denger perumpamaan orang-orag yang sakaratul maut, sebarapa sakitnya, tapi tetep aja itu diluar jangkauan manusia, mungkin karena hati ini terlalu penuh sama kotoran, penuh sama dosa-dosa yang udah kita buat, sampai mata hati kita tertutup dan mungkin itu udah kebal buat kita.  
Dalam sebuah hadis shahih berkata rasullulah pernah berkata “Tanpa ridho dari Allah, saat nyawa ini diambil rasanya seperti bagaikan dibeset 1000 pedang” bagaimana dengan kita yang hanya manusia biasa, namun Allah akan memudahkan saat-saat nanti bagi orang-orang yang shaleh dan shalehah, saat 7 langkah orang yang menyayangi kita meninggalkan kita, malaikat Munkar dan Nakir, akan datang dengan sangat indah jika yang didatnginya adalah calon penguhuni syurga, begitu juga sebaliknya, dan masih banyak keindahan jika kita bisa menjadi calon penghuni syurga. Amin
Aku pingin aku mati dalam keadaan khusniul khotimah, indahnya jika saat malaikat izrail dateng, aku sedang menghadap sang pencipta di tengah munjah ku, ditengah kekhusyuan sujud ku, lantas jasadku meninggalkan senyum, wangi dan kebahagiaan bagi orang-orang yang kutinggalakan.
 Aku pingin banyak orang yang mendoakanku, dan saat aku telah berada ditanah merah, aku ingin malaikat munkar dan nakir menyambutku dengan sangat indah, Ah mungkin itu hanya mimpi, tapi aku akan tetap berusaha untuk meraihnya, Ya Allah, semoga engkau meridhoi dan mengijabah doaku.
Walaupun aku sadar sudah terlalu banyak dosa dan kesalahan yang telah kulakukan, entah yang disengaja maupun tidak, entah sadar atau ga aku sering menyakiti hati orang lain, melukai hati mereka dengan ucapan, perilaku, dan sifat-sifat burukku, bahkan sampai saat ini aku belum bisa mencintai rasuluku dengan sepenuh hatiku, Ya Rabb, semoga engkau selalu membukan pintu Maaf padaku, dan semoga orang yang sering aku sakiti, juga membukakan pintu maaf padaku.
Tak ada kata terlambat kawan, percayalah jika kita mau, allah selalu mebukakan kemudahan, dan kita bisa mempersiapkannya.
Salah satunya dengan beramal shaleh, ya amalan shaleh, Sudahkah kalian melakukan itu? Aku yakin semua manusia pernah melakukan amalan shaleh, mereka sering berbuat kebaikan, tapi amalan shaleh yang bagaimanakah, yang bisa menjamin kita berada dikebahagiian sejati kelak..
Dan itulah yang sedang kucari saat ini, dan aku telah menemukannya
Secuplik kisah tentang ini, Minggu, 18 Maret kemaren, aku sedang dirumah kakaku, dia bilang, “nih mut kamu harus dengerin!” ternyata dia nyetel ceramah, ternyata bener ceramah pertama buat aku bener tergugah, kalo aku sekarang masih belum jadi apa-apa, sedih banget…berlanjut ke ceramah kedua, it’s the best moment, suara parau Ustad Yusuf Mansyur lambat laun mengiang indah dikepalaku mengiringi indahnya senja sang maha pencipta, tanpa sadar air mataku menetes satu persatu saat mendengar kisahnya yang sangat menakjubkan tentang wasiat terakhir Rasulullah SAW, dan masih tersimpan apik sampai saat ini, dan sampai kapanpun
Ini kisahnya…
Disaat-sat izrail mulai mencabut ruh Rasulullah, ia menyebut nama, yang membuat ku tergetar, “Ummati, ummati, ummati” “ummatku, ummatku, ummatku” begitu beliau mencintai ummatnya, kita ummatnya, dan jika aku termasuk ummatnya, berarti ia memanggil namaku, aku menangis, saat membayangkannya, tapi apakah aku juga mencintainya? Tidak,aku belum benar-benar mencintainya.. padahal ia pernah berkata “tidak akan engkau masuk syurga, jika tidak mencintai ku”
Aku menangis, aku benar-benar menangis, bisakah kau membayagkan itu? Air mataku jatuh saat aku benar-benar sadar, Aku belum bisa mencintai dengan sebenar-benarnya, aku jarang bahkan tidak pernah mencontoh perilakunya, kebiasaannya selama beliau hidup, dan masih banyak sunnah-sunnah yang sering aku tinggalkan, dan masih banyak sifat-sifat luarbiasanya yang sangat sulit untuk ku contoh dan kulaksanakan.
Sifatnya yang ikhlas, sabar, penyayang, jujur, amanah, bersahaja, dermawan, adil, tawakkal, mensyukuri nikmat, masih jauh dari diriku,aku masih sering melakukan sesuatu bukan semata-mata karena mengahrap rido engkau, tapi karena pujian dari manusia, aku masih sering tidak sabar dalam menjalani episode-episode ujian yang engkau berikan, aku masih sering menyakiti hati bahkan fisik orang lain, aku sering mengejek, sering berbicara yang tanpa aku sadar ucapan itu menjadi luka yang tertancap jauh didasar hati seseorang, aku masih sering tidak jujur dalam melakukan sesuatu, baik itu dari ucapan dan perilakuku,  aku masih suka bertanya pada teman saat sedang ujian, aku masih sering tidak bisa menjaga amanah yang diberikan orang lain kepada kita, sangat sulit untukku menjadi orang yang bersahaja, menjadi orang yang sangat menjaga perilakunya, sehigga membuat orang lain cinta pada kita, aku masih susah untuk bersikap adil aku masih sering mengeluh atas setiap hal yang aku alami, bahkan aku sering mengeluh pada engkau 
Tidak hanya sifatnya, tapi juga perilakunya, Bahkan hal yang sangat krusial yang beliau lakukan, tapi sering aku abaikan, yaitu Shalat, dimasa hidupnya, beliau sangat menjaga shlatnya, tapi sering aku lalaikan, tanpa merasa bersalah, aku sering berkata “tunggu ya aku lagi belajar!, tunggu ya aku lagi makan!, tunggu ya aku lagi mandi! Tunggu ya aku lagi nonton!, padahal saat itu Allah datang untuk melihat ku, tapi aku sering mengabaikannya, tidak hanya itu beliau yang selalu menghiasi shalat wajibnya dengan sunnah muakad qabliah dan ba’diah, sering aku tinggalkan, padahal tidak tahukah aku, shalat yang tidak diiringi shalat Qabliah, dan Ba’diahnya tidak akan bisa terbang, seperti pesawat yang sudah ada mesinnya, tapi tidak digunakan. Begitulah shalat kita, shalat kita tidak akan pernah sampai kepadanya
Hidupnya yang selalu untuk bermunajah kepada sang khalik, siang ataupun malam, sering aku tinggalkan, waktu duha yang sering ia lakukan aku abaikan begitu saja, kenikmatan dan keindahan saat menghadap ditengah cahaya rembulan, dan suasana malam yang hening, sering aku biarkan, aku lebih memilih tidur hanya karena kecintaanku pada dunia. 
Saat ini aku hanya bisa selalu beristghfar dan memohon ampun kepada engaku ya Rabb, Yang maha penerima taubat
“Istaghfiruu maalam yughargir” “bertaubatlah kamu sebelum azal sampai ditenggorokan” karena saat itu taubat sudah tidak aka berlaku lagi, oleh karena itu selama ruh masih bersatu dengan jasad senantiasalah bertaubat, dan itulah yang harus kulakukan sebelum saat itu terjadi, dan cintailah Rasulullah SAW, karena Allah tidak akan mencintai hambanya yang tidak mencintai Rasulullah SAW.
Ya Rabb, izinkan aku untuk memanjatkan doa pada mu
“Rabbana atina fiddunya hasanah wafil akhirati hasanah wakina a’dzabannar”
Ya Tuhan kami, berikanlah kami kebahgiaan didunia dan di akhirat, dan jauhkanlah kami ari siksa api neraka
“Dan Jadikanlah kami termasuk dari golongan nabi Muhammad SAW”
Dan untuk memepersiapkan itu, mulai hari ini aku harus banyak belajar, mulai hari ini juga aku bakal sungguh-sungguh mempersiapkan saat-saat yang dijanjikan nanti, kematianku, hari berbangkitktu, penghisabanku nanti, dan semua persiapan itu akan berakhir saat izril menjemputku, karena itu aku harus selalu senantiasa bersiap-siap, karena kita ga pernah tau waktunya.
Dan aku berdoa semoga saat waktuku tiba, semoga aku termasuk golongan kanan, dan bisa menjalani saat-saat yang telah kau janjikan dengan indah
Terjawab sudah semuanya, semuanya, tentang bagaiman persiapan kita menghadapi hari-hari nanti yang penuh dengan kesulitan, amalan shaleh yang kita lakukan belum bisa menjamin kebahagiaan kelak, karena tanpa kita sadari amalan baik yang kita lakukan hanya berdasarkan akal manusia, bukan berdasarkan sunnah Rasullullah SAW, bukan berdasarkan tuntunanannya, tapi terkadang hanya menurut akal rasio manusia yang tidak sempurna,
Senantiasalah selalu memohon ampun pada Allah, dan cintailah orang yang sangat Allah SWT dan seluruh alam cintai, Rasulullah SAW, semoga itu bisa menjadi bekal yang terbaik nanti…
Semoga catatanku ini, bisa menjadi catatan kecil namun sangat berkesan untuk kalian, dan menjadi sedikit amal untuk persiapanku nanti, dan semoga saat kalian membaca kalian tidak hanya teringat, tapi juga segera bertaubat dan melakukan hal yang lebih baik.
-Mutiara Azzahra-

Komentar