Kawan, mungkin kita Cukup Sampai disini
Kesempatan
Ya, aku sudah memberimu kesempatan agar kau
bisa memperbaikinya
Tapi ternyata kau malah membiarkannya
Aku terima itu
Apakah kau tahu begitu besar rasa kecewaku?
Aku yakin kau tak pernah tahu
Bahkan hanya untuk sekedar memahaminya
Saat kakaku berkata
“De, Kamu dikasih kue ga?”
Apakah kau tahu apa yang kurasakan saat itu?
Aku yakin kau tak akan pernah tahu
Saat itu aku hanya bisa menghibur diriku bahwa
engkau telah merencanakan sesuatu yang bahkan lebih dari sekedar kue berucapkan
Selamat Ulang Tahun Ya Kawan
Sehari, dua hari berlalu
Aku masih menunggumu
Melakukan sesuatu seperti apa yang kupikirkan
Namun tanpa sadar satu bulan tlah berlalu
Mimpi dan harapanku akannya sedikit demi
sedikit menguap
Besama air mata yang terkadang jatuh saat ku
mengingat kebodohanku
Mungkin bodoh
Tapi aku rasa itu belum cukup untuk
menggambarkan semuanya
Miris dan menyedihkan
Ya bagiku itu sudah cukup menggambarkan
keadaanku
Apa kalian tahu bagaimana rasanya
Orang yang kalian anggap lebih, hanya
mengganggap kalian tak lebih dari apa-apa
Ketika kalian telah membuka hati kalian, untuk
menerima kehadirannya?
Bahakan tak hanya itu mencintai dan sangat
menyayanginya
Engkau pernah berkata padaku
Engaku menyayangiku
Tapi dengan cara yang berbeda
Bolehkah aku tahu dengan cara apakah itu?
Dengan caramu menghancurkan mimpiku saat aku
mengharapkan hari itu bisa jadi hari yang paling membahagiaan saat aku bersama
kalian
Begitukah?
Tak perlu kau katakan
Aku tahu aku terlalu kekanak-kanakan
Aku terlalu berlebihan
Bahkan mungkin aku terlalu picik
Ya itulah aku dalam benak mu
Salahkah aku mengharap balasan sayang dari mu?
Apakah aku salah?
Maaf, bukan aku tak ikhlas melakukan semua itu untuk
mu
Aku hanya sekedar berharap menuai apa yang
sudah kutanam
Tidak kah engkau berharap sama denganku?
Kau sudah meminta maav padaku
Tapi bahkan kau sendiri tak menyadari kesalahan
apa yang kau buat
Dan saat ini
Untuk kesadaranku yang kesekian kalinya
Aku baru benar-benar sadar
Kalau engkau ga pernah benar-benar
menganggapku lebih
Engkau hanya datang padaku saat engkau sedang
terpuruk dan membutuhkanku
Setelah itu kau lepaskan aku, hingga aku
terjatuh
Kau membiarkanku seperti patung yang sedang
melihat betapa bahagaianya kau tanpa aku
Aku diam, tak bisa bergerak kemanapun
karena aku tak tahu kemanakah aku harus kembali
melanjutkan langkahku
Maju ataukah mundur
Maju ataukah mundur
Sepertinya aku harus kembali memundurkan
langkahku
Saat masa dimana aku menikmati kesenanganku
dalam kepedihanku dengan kesendirianku
Aku tak bisa melangkah maju lagi
Walau rasanya aku ingin terus melangkah maju
bersamamu
Tapi takdir menakdirkanku untuk berhenti disini
Tapi sampai detik ini dan mungkin untuk
selamanya
Aku ga pernaha nyesel pernah mengenalmu
lebih
Walau tak lebih dari apa yang kau bayangkan
Maafkan jika tingkahku ini membuatmu jengah
Dan jika Aku terlalu banyak menuntut
Karena saat itu aku terlalu menyayangimu
Tapi sayang rasa kita ga sama
Tapi saat ini hatiku mengikhlaskan semuanya
Rasioku akan menuntun hatiku sejalan dengannya
Mebiarkan diriku mundur
Dan membiarkan mu melangkah maju tanpa
kehadiranku yang tak berarti
Jika kau menghawatirkan ku
Kau hanya perlu mengingat bahwa aku berpengalaman
merasakan ini
Jadi, tenanglah
Sekarang aku sudah merasa lebih dewasa
Ya Rabb, aku percaya takdirmulah yang terbaik
Oleh karena itu, mulai hari ini aku akan selalu
tersenyum
Apapun yang terjadi
Komentar
Posting Komentar